Bali, yang dikenal dengan keindahan alam dan budayanya, kembali tercoreng dengan adanya kasus dugaan tindak asusila yang melibatkan seorang wisatawan mancanegara. Kali ini, seorang turis ditangkap oleh pihak kepolisian Resor Gianyar terkait laporan kasus asusila yang terjadi di kawasan wisata Ubud. Penangkapan turis asal Rusia ini dilakukan pada hari Rabu, 16 April 2025, setelah adanya laporan dari korban dan serangkaian penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Informasi mengenai kasus dugaan asusila ini bermula dari laporan seorang warga lokal yang merasa menjadi korban tindakan tidak senonoh oleh seorang turis asing. Berdasarkan laporan tersebut, pelaku yang kemudian diketahui merupakan turis ditangkap berinisial DV (35 tahun) diduga melakukan tindakan asusila di sebuah penginapan di wilayah Ubud pada Selasa malam, 15 April 2025. Setelah menerima laporan, Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Ubud segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi pelaku berdasarkan ciri-ciri yang diberikan oleh korban.
Tim Reskrim Polsek Ubud kemudian bergerak cepat dan berhasil mengamankan turis asal Rusia tersebut di penginapannya pada Rabu pagi, 16 April 2025, sekitar pukul 10.00 WITA. Proses penangkapan berjalan tanpa perlawanan. Saat diinterogasi, pelaku belum memberikan keterangan yang jelas terkait tuduhan yang dilayangkan kepadanya. Namun, pihak kepolisian telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dan keterangan saksi-saksi yang mengarah pada dugaan tindak asusila tersebut.
Kepala Kepolisian Sektor Ubud, Komisaris Polisi I Made Uji Dwiyatmika, dalam keterangan pers di Mapolres Gianyar pada Rabu siang, 16 April 2025 pukul 14.00 WITA, membenarkan adanya penangkapan seorang turis ditangkap asal Rusia terkait kasus dugaan asusila. Beliau menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut secara profesional dan transparan untuk mengungkap fakta sebenarnya dari kasus ini. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh wisatawan dan masyarakat untuk selalu menghormati norma dan adat istiadat yang berlaku di Bali. Kasus ini menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian dan pemerintah daerah setempat dalam menjaga citra pariwisata Bali yang aman dan nyaman bagi semua pihak.
