Perdebatan tentang status Pluto sebagai planet penuh berakhir pada tahun 2006, ketika International Astronomical Union (IAU) merumuskan definisi baru untuk “planet.” Keputusan kontroversial ini mengeluarkan Pluto dari daftar planet utama tata surya, mengubahnya menjadi “planet kerdil.” Dasar dari perubahan ini adalah kegagalan Pluto untuk memenuhi Tiga Kriteria fundamental yang ditetapkan oleh komunitas astronomi global.
Kriteria pertama yang harus dipenuhi adalah objek harus mengorbit Matahari. Pluto memenuhi persyaratan ini dengan sempurna, sama seperti delapan planet lainnya. Kriteria kedua, objek harus memiliki massa yang cukup sehingga gravitasinya mampu membentuknya menjadi hampir bulat sempurna (hydrostatic equilibrium). Pluto juga berhasil lolos pada poin ini, dengan bentuknya yang relatif bulat.
Namun, kendala muncul pada kriteria ketiga yang paling ketat dan krusial. Kriteria ini mensyaratkan bahwa objek harus telah “membersihkan lingkungannya” di sekitar orbitnya dari objek-objek lain yang berukuran signifikan. Kegagalan Pluto untuk memenuhi Tiga Kriteria ini, khususnya yang ketiga, menjadi alasan utama penurunan statusnya dari planet penuh.
Pluto berada di Sabuk Kuiper, wilayah padat di luar Neptunus yang dihuni oleh ribuan objek es lainnya. Gravitasi Pluto belum cukup kuat untuk menyerap atau mengeluarkan semua objek di jalur orbitnya tersebut. Dengan kata lain, ia hanya berbagi wilayah orbitnya dengan benda-benda lain, bukan mendominasi orbitnya seperti planet sejati.
Keputusan untuk merumuskan Tiga Kriteria ini didorong oleh penemuan Eris, objek Sabuk Kuiper lain yang massanya bahkan lebih besar dari Pluto. Jika Pluto tetap diakui sebagai planet, maka Eris, dan mungkin puluhan objek serupa lainnya, juga harus diakui. Hal ini akan menyebabkan daftar planet membengkak secara signifikan dan tidak praktis.
Oleh karena itu, IAU menciptakan kategori baru: planet kerdil (dwarf planet). Kategori ini mencakup benda-benda yang memenuhi dua kriteria pertama (mengorbit Matahari dan berbentuk bulat) tetapi gagal pada kriteria ketiga (membersihkan lingkungan orbit). Pluto, bersama Ceres, Haumea, Makemake, dan Eris, diklasifikasikan ke dalam kelompok baru ini.
Meskipun Tiga Kriteria ini terus diperdebatkan oleh sebagian astronom dan publik, definisi IAU tetap menjadi standar resmi dalam ilmu planet. Status baru Pluto tidak mengurangi minat ilmiah terhadapnya. Sebaliknya, misi New Horizons menunjukkan bahwa Pluto adalah dunia yang sangat kompleks dan aktif secara geologis, meski bukan lagi planet “penuh”.
Secara keseluruhan, keputusan IAU adalah upaya untuk menjaga konsistensi dan definisi ilmiah dalam tata surya kita. Kegagalan Pluto dalam memenuhi kriteria pembersihan orbit, bukan ukuran atau komposisinya, adalah inti dari alasannya diturunkan statusnya. Ia tetap menjadi raja di antara planet kerdil.
