07/03/2026

Kontroversi Pembongkaran Cagar Budaya SLBN A Pajajaran Bandung Picu Kritik

Rencana pembongkaran gedung cagar budaya Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) A Pajajaran Bandung menuai polemik dan kritik dari berbagai pihak. Pasalnya, bangunan bersejarah tersebut rencananya akan dialihfungsikan menjadi “Sekolah Rakyat”. Kritikan keras salah satunya datang dari anggota DPR RI, Farhan, yang menyayangkan proses pembongkaran yang dinilai tanpa koordinasi yang memadai.

Gedung SLBN A Pajajaran memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang menjadikannya bagian dari cagar budaya Kota Bandung. Keputusan untuk membongkar bangunan dengan status tersebut tentu menimbulkan pertanyaan dan kekecewaan di kalangan pemerhati sejarah dan budaya. Hilangnya sebuah bangunan bersejarah dianggap sebagai kehilangan identitas dan memori kolektif kota.

Ketidakjelasan mengenai proses perizinan dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait menjadi sorotan utama dalam kritik yang dilayangkan. Kurangnya koordinasi yang transparan dapat menimbulkan kesalahpahaman dan resistensi dari masyarakat. Proses alih fungsi bangunan cagar budaya seharusnya melibatkan kajian mendalam dan dialog terbuka dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk ahli sejarah, budayawan, dan warga sekitar.

Meskipun demikian, pihak terkait memberikan jaminan bahwa siswa SLBN A Pajajaran tidak akan terlantar akibat rencana renovasi dan pembangunan “Sekolah Rakyat”. Setelah proses renovasi selesai di kompleks Wyata Guna, para siswa dijanjikan akan kembali menempati fasilitas yang lebih baik. Jaminan ini penting untuk meredam kekhawatiran terkait keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus tersebut.

Namun, jaminan tersebut tidak serta merta menghilangkan pertanyaan terkait urgensi pembongkaran bangunan cagar budaya. Banyak pihak berpendapat bahwa seharusnya ada alternatif lain yang dapat dipertimbangkan, seperti revitalisasi atau adaptasi bangunan lama untuk fungsi baru, tanpa harus menghilangkan nilai sejarahnya.

Kasus pembongkaran SLBN A Pajajaran ini menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya koordinasi yang efektif dan transparan dalam setiap proses pembangunan, terutama yang melibatkan aset cagar budaya. Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa setiap keputusan diambil berdasarkan kajian yang komprehensif, melibatkan partisipasi publik, dan menghormati nilai-nilai sejarah serta budaya yang melekat pada bangunan tersebut.

Polemik ini juga menyoroti perlunya regulasi yang lebih jelas dan tegas terkait pengelolaan dan pelestarian cagar budaya di Kota Bandung. Dengan adanya aturan yang kuat dan implementasi yang konsisten.

slot gacor hk pools

journal.pafibungokab.org

learn.pafipemkotkerinci.org

news.pafipemkotpalopo.org