Bangli, sebuah kabupaten di jantung Pulau Bali, seringkali terlewatkan dari hiruk pikuk pariwisata massal. Namun, di balik ketenangan pegunungannya, Bangli menyimpan jejak sejarah dan budaya yang mendalam, menjadikannya salah satu permata spiritual dan artistik Bali yang otentik. Tanah ini adalah cerminan dari tradisi Bali Aga dan Hindu Bali yang masih lestari.
Salah satu bukti kuat dari jejak sejarah Bangli adalah Pura Kehen. Pura ini merupakan salah satu pura tertua dan terpenting di Bali, dengan arsitektur berteras yang megah, mirip dengan pura-pura kuno. Prasasti yang ditemukan di Pura Kehen bahkan berasal dari abad ke-9 Masehi, menunjukkan betapa panjangnya sejarah keberadaan peradaban di Bangli. Pura ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya sejak zaman kerajaan-kerajaan kuno Bali.
Budaya di Tanah Bangli sangat kental dengan tradisi Bali Aga, khususnya di desa-desa seperti Desa Penglipuran dan Desa Trunyan. Desa Penglipuran dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia, dengan tata letak rumah adat yang seragam dan filosofi hidup yang menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan (Tri Hita Karana). Masyarakatnya masih memegang teguh awig-awig (aturan adat) yang diwariskan leluhur, menciptakan suasana desa yang unik dan damai.
Sementara itu, Desa Trunyan di tepi Danau Batur menyimpan budaya pemakaman yang sangat berbeda dan mistis. Jenazah di sana tidak dikubur atau dikremasi, melainkan diletakkan di bawah pohon Taru Menyan. Pohon inilah yang diyakini mengeluarkan aroma harum sehingga mampu menetralisir bau jenazah. Tradisi ini menjadi salah satu daya tarik unik yang memperkaya jejak sejarah dan budaya Bangli.
Selain itu, Bangli juga memiliki kekayaan seni tari dan upacara adat yang masih dilestarikan. Tari Barong Brutuk dari Desa Trunyan, tradisi Ngerebeg di Kota Bangli, hingga berbagai upacara keagamaan yang sarat makna, semuanya menunjukkan betapa hidupnya budaya di Tanah Bangli. Kesenian ini tidak hanya menjadi pertunjukan, tetapi juga bagian integral dari kehidupan spiritual masyarakat. Bangli mungkin tidak sepopuler daerah pesisir Bali lainnya, tetapi justru di sinilah keaslian jejak sejarah dan budaya Bali yang otentik masih terjaga dengan baik. Melalui pura-pura kuno, desa-desa adat
