Siapa sangka, di tengah pesatnya perkembangan industri modern, kerajinan bambu tetap eksis dan bahkan semakin bernilai jual tinggi. Salah satu sentra kerajinan bambu yang sukses meraup omzet hingga puluhan juta rupiah adalah Kabupaten Bangli, Bali. Di tangan para pengrajin kreatif, bambu yang dulunya dianggap sebagai material sederhana, bertransformasi menjadi berbagai produk estetik dan fungsional yang diminati pasar lokal maupun mancanegara.
Menurut data dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskopukm) Kabupaten Bangli per April 2025, terdapat lebih dari 50 unit usaha kerajinan bambu aktif yang tersebar di beberapa kecamatan, seperti Tembuku dan Susut. Salah satu pengrajin sukses adalah I Wayan Sudiarta, pemilik usaha “Bambu Lestari”. Berawal dari coba-coba pada tahun 2018, kini usaha kerajinan bambunya mampu menghasilkan omzet rata-rata Rp 30 juta per bulan. “Awalnya saya membuat beberapa produk sederhana seperti vas bunga dan keranjang buah. Ternyata, respon pasar cukup bagus, terutama dari wisatawan,” ungkap Wayan saat ditemui di bengkel kerajinannya di Desa Penglipuran pada Kamis (25/04/2025).
Keunikan desain dan kualitas produk menjadi kunci sukses kerajinan bambu Bangli bernilai jual tinggi. Para pengrajin tidak hanya terpaku pada model tradisional, tetapi juga berinovasi menciptakan desain modern yang sesuai dengan tren pasar. Berbagai produk dihasilkan, mulai dari perabot rumah tangga seperti kursi, meja, lampu hias, hingga dekorasi interior seperti partisi ruangan, lukisan bambu, dan souvenir unik. Selain itu, penggunaan teknik finishing yang apik dan pemilihan bambu berkualitas juga menjadi daya tarik tersendiri.
Ketua Asosiasi Pengrajin Bambu Bangli, Bapak Made Wirawan, menjelaskan bahwa potensi kerajinan bambu di Bangli sangat besar. “Bambu di Bali, khususnya di Bangli, memiliki kualitas yang baik dan mudah didapatkan. Dengan sentuhan kreativitas dan keterampilan, bambu bisa menjadi produk yang bernilai jual tinggi,” ujarnya saat dihubungi via telepon pada Rabu (24/04/2025). Pihaknya juga aktif melakukan pembinaan dan pelatihan kepada para pengrajin untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas jaringan pemasaran.
Pemasaran produk kerajinan bambu Bangli tidak hanya mengandalkan galeri atau toko fisik. Para pengrajin juga memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Beberapa di antaranya bahkan berhasil menjalin kerjasama dengan hotel, restoran, dan agen pariwisata untuk memasarkan produk mereka. Dengan inovasi, kualitas, dan strategi pemasaran yang tepat, kerajinan bambu Bangli terus menunjukkan potensinya sebagai produk unggulan yang bernilai jual tinggi dan mampu meningkatkan kesejahteraan para pengrajinnya. Pemerintah daerah juga memberikan dukungan melalui berbagai program pelatihan dan promosi untuk semakin mengembangkan sektor kerajinan bambu ini.
